Rabu, 09 Januari 2019

Muscular Control Of Movement



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Otot.
Otot (Musculus) merupakan alat gerak aktif yang mampu menggerakkan tulang, kulit dan rambut setelah mendapat rangsangan (Zulfahri & Novita S Harahap, 2013: 39). Dapat di simpulkan Otot merupakan jaringan yang ada didalam tubuh manusia, berupa alat gerak aktif  yang menggerakkan tulang sehingga menyebabkan suatu organisme atau indvidu dapat bergerak. Otot bekerja dengan cara berkontraksi dan beleraksasi. Otot adalah suatu jaringan dalam tubuh manusia maupun hewan yang berperan sebagai alat gerak aktif yang menggerakkan rangka tubuh manusia serta pergerakan dari organ dalam tubuh. Otot merupakan salah satu dari empat kelompok jaringan pokok. Miologi adalah istilah untuk ilmu yang mempelajari mengenai otot. Otot adalah alat gerak yang berfungsi menggerakkan tulang. Sel-sel otot mempunyai kemampuan berkontraksi (bentuk sel otot memendek) dan melakukan relaksasi (kembali ke ukuran semula). Oleh karena itu jaringan otot disebut sebagai alat gerak aktif.
Kuat tidaknya kontraksi otot tergantung pada MCV (Maximum Contaction Voluntary), masa otot, otot yang dipanjangkan sebelum berkontaksi, otot yang diberi beban sebelum berkontraksi, tingkat kelelahan, tingkat keteralihan dan suhu otot. Persentase efisiensi kerja dari otot manusia adalah sekitar 18%-26%. Efisiensi didefinisikan sebagai rasio metabolism, berdasarkan penggunaan oksigen.
Text Box: 3Penamaan otot biasanya berkaitan dengan lokasi otot, jumlah origo, bentuk otot,  besar dan panjang otot atau berdasarkan fungsinya. Pada vertebrata, sistem ototnya serupa dengan yang dimiliki oleh manusia, sedangkan pada sistem otot ivertebrata belum dimiliki atau belum diketahui secara jelas sistem ototnya.
Text Box: 4 

B.  Fungsi Otot.
Fungsi lain dari otot-otot dalam tubuh manusia adalah dukungan. Otot rangka terus bekerja untuk mendukung tubuh dan membantu untuk mempertahankan postur, apakah seseorang duduk atau berdiri. Otot-otot ini juga mendukung, menstabilkan dan memperkuat sendi dengan memegang tulang dalam posisi yang tepat, terutama didaerah dimana bagian-bagian dari sendi tidak cocok bersama erat seperti bahu dan pinggul. Selain dari pada itu, berikut fungsi lainnya:
  • Menghasilkan gerakan rangka, seperti kontraksi dan relaksasi otot yang menempel pada rangka dapat mengggerakkan rangka
  • Mempertahankan postur dan posisi tubuh, misalnya mempertahankan posisi kepala saat membaca buku, berjalan dengan posisi tegak dan lain sebagianya.
  • Mengatur pintu masuk dan keluar saluran dalam sistem tubuh, misalnya menelan, buang air besar maupun kecil semua hal tersebut dipengaruhi oleh otot rangka yang menyelaputinya.
  • Menyokong jaringan lunak, menggerakkan organ-organ dalam tubuh seperti usus, jantung dan sistem tubuh lainnya.
  • Mempertahankan suhu tubuh, kontraksi rangka memerlukan energidan menghasilkan panas untuk mempertahankan suhu normal bagi tubuh.

C.   Struktur dan Komponen Otot.
Struktur Otot, Komponen Otot
Gambar 1 : Struktur dan Komponen Otot
Text Box: 5Hampir semua otot rangka menempel pada tulang. Otot memiliki struktur dan komponen tersendiri seperti :
  • Tendon, jaringan ikat fibrosa (tidak elastic) yang tebal dan berwarna putih yang menghubungkan otot rangka dengan tulang. Urat-urat ini berupa serabut-serabut simpai yang putih, berkilap, tidak elastic. Aponeuroses adalah lembaran-lembaran datar atau simpai dari jaringan fibrus dengan maksud untuk nenuat kelompok-kelompok otot dan adakalanya menggandengkan sebuah oto dengan bagian yang menggerakkannya.
  • Fascia, merupakan jaringan ikat gabungan dari jaringan fibrus dan areolar yang membungkus dan menghimpun otot menjadi satu. Setiap fasciculus dipisahkan oleh jaringan ikat perimysium. Di dalam pascicle, endomysium mengelilingi 1 berkas sel otot. Di antara endomysium dan berkas serat otot tersebar sel satelit yang berfungsi dalam perbaikan jaringan otot yang rusak. Dalam bagian-bagian tertentu, seperti dalam telapak tangan, fascia ini sangat padat dan kuat. Contohnya adalah fascia Palmaris dan fascia plantaris.
  • Sarcolemma (membrane sel/serat otot) dan sarcoplasma, yang merupakan unit structural jaringan otot yang berdiameter 0,01 – 0,1 mm dengan panjang 1-40 mm yang melapisi suatu sel otot yang fungsinya sebagai pelindung otot. besar dan jumlah jaringan terutama jaringan elastic, akan meningkat sejalan dengan penambahan usia. Setial 1 serat otot dilapisi oleh jaringan elastic tipis yang disebut sarcolemma. Protoplasma serat otot yang berisi materi semicair disebut sarkoplasma. Di dalam matriks serat otot terbenam unit fungsional otot berdiameter 0,001 mm yang disebut myofibril.
  • Miofibril, merupakan serat-serat yang terdapat dalam otot. Di bawah mikroskop, miofibril akan tampak spt pita gelap & terang yang bersilangan. Pita gelap (thick filament) dibentuk oleh myosin. Pita terang (thin filament) dibentuk oleh aktin, troponin & tropomiosin)
  • Miofilamen, merupakan benang-benang/filament halus yang merasal dari myofibril. Terbagi atas dua macam yaitu miofilamen homogeny (terdapat pada otot polos) dan miofilamen heterogen (terdapat pada otot jantung/otot kardiak dan pada otot lurik.
  • Sarkoplasma, merupakan cairan sel otot yang fungsinya untuk tempat dimana myofibril dan miofilamen berada.

1)        Serabut Otot
            Garis tengah atau diameter serabut otot menjangkau 10 sampai 80 mikrometer (um), hampir tidak terlihat oleh mata telanjang. Hampir semuanya membujur panjang sepanjang seluruh otot. ini berarti bahwa suatu serabut otot pada paha mungkin lebih dari pada 35 cm panjangnya. Jumlah serabut otot per otot keseluruhan bervariasi dan bergantung pada ukuran dan fungsi otot (Wilmore, Jack H dan David L. Costill, 1999: 26).
Text Box: 6Tabel 1 : Klasifikasi Macam Serabut Otot






a. Tipe Serabut dan Latihan
            Kita telah melihat kepada berbagai cara dalam mana serabut ST dan FT berbeda. Berasar atas perbedaan perbedaan ini, anda mungkin mengharapkan bahwa tipe serabut – serabut ini akan memiliki perbedaan fungsi anda aktif secara fisik.
·         Serabut ST ( Serabut Kedut – Lambat).  Pada Umumnya, serbut otot kedut lambat ST memiliki tingkatan tinggi dari daya tahan aerobik. Marilah kita tentukan istilah ini. Aerobik berarti dengan hadirnya oxigen’, sehingga oxidsi adalah suatu proses aerobik. Serabut ST adalah sangat efisien dalam menghasilkan ATP dari oxidasi/ pembakaran zat karbohidrat dan lemak.
·         Serabut – serabut FT. Serabut otot kedut – cepat (FT) memiliki daya tahan aerobik yang relatif kurang baik. Mereka lebih baik untuk melakukan kegiatan anaerobik (tanpa oxigen) dari pada serabut ST. Ini berarti bahwa ATP mereka dibentuk melalui jalur anaerobik, dan bukan oxidasi, Wilmore, Jack H dan David L. Costill, (1999: 35).
Text Box: 7            Tabel 2 : Sifat Sifat Struktural & Fungsional Tipe – tipe serabut otot.





b. Tipe serabut dan Sukses Dalam Atletik
            “ Juara Juara dunia lari merathon telah dilaporkan memiliki serabut – serabut ST 93% sampai 99% di dalam otot otot betis gastrocnemius. Namun pelari sprint klas dunia hanya memiliki serabut – serabut ST 25% di dalam otot betis ini”
            Susunan serabut dari otot – otot pelari jarak jauh dan pelari sprint adalah nyata sekali berbeda. Namun ini mungkin agak beresiko untuk memikirkan kita dapat memilih juara pelari jarak jauh dan pelari sprint semata – mata atas dasar tipe serabut otot yang peredominan. Faktor – faktor lain, seperti misalnya fungsi cardiovascular dan besarnya otot, juga menyumbang kesuksesan dalam event daya tahan, kecepatan dan kekuatan. jadi susunan serabut saja adalah tidak/ bukan peramal yang dapat dipercaya bagi kesuksesan beratletik, Wilmore, Jack H dan David L. Costill, (1999: 36).




Text Box: 8Tabel 3: Presentasi dan Potongan melintang dari serabut – serabut kedut lambat ( ST) dan kedut-cepat (FT) dalam otot kerangka tubuh dari atlet putra (Pa) dan atlet putri (Pi).

2)    Sarcolemma
            Bila memperhatikan dari dekat pada serabut otot individual, anda akan melihat bahwa ini diliputi oleh suatu selaput plasma yang disebut sarcolemma. Pada ujung tiap serabut otot sarcolemma itu menjadi suatu dengan tendon, yang melekat pada tulang.Tendon dibuat dari tali tali serabut jaringan penghubungyang menjangkitkan daya yang ditimbulkan oleh serabut otot ke tulang, dengan itu terciptalah gerakan. Sehingga secara khas tiap individu serabut otot adalah akhirnya dilekatkan pada tulang melalui tendon, Wilmore, Jack H dan David L. Costill, (1999 :27)

3)      Rektikulum Sarkoplasma.
            Retikulum adalah bagian padat dari fasia dalam dan menambatkan tendon-tendon yang berjalan melalui pergelangan dan mata kaki masuk kedalam tangan dan kaki. Jejaring kantung dan tubulus yang terorganisir pada jaringan otot.Tubulus-tubulus yang sejajar dengan miofibril, yang pada garis Z dan zona H bergabung membentuk kantung (lateral sac) yang dekat dengan sistem tubulus transversal (Tubulus T). Tempat penyimpanan ion Ca2+. Tubulus T mencapai saluran untuk berpindahnya cairan yang mengandung ion.ubulus T dan retikulum sarkoplasma berperan dlm metabolisme, eksitasi, dan kontraksi otot, Wilmore, Jack H dan David L. Costill, (1999: 28).
·       Text Box: 9Mioglobin, merupakan pigmen yang ada pada otot, berguna sebagai pengikat oksigen.
·       Motor end plates, merupakan tempat inervasi ujung-ujung saraf pada otot.
4)      Myofibril
            Masing masing serabut otot individual mengandung beberapa ratus sampai beberapa ribu ‘myofibril’, ini semua adalah unsur kontraktil (contractile elements) dari otot tubuh. Myobril nampak sebagai untaian panjang dari sub-unit-sub-unit yang masih kecil, yaitu’sarcomeres’.
 







Gambar  1:
a. Struktur Dasar Otot
b. Suatu photo mikrograf dari potongan melintang otot tubuh







Text Box: 10
 






Gambar  2: The transverse tubules and the sarcoplasmic reticulum.

5)    Filamen – filamen Actin
            Tiap filamen actin satu ujungnya masuk kedalam sebuah piringan z, dengan ujung lawannya menjulur ke pusat sarcomere, terletak pada ruang diantara filamen – filamen myosin. Tiap filamen actin berisikan suatu sisi yang aktif kemana sebuah kepala myosin dapat mengikatnya.
 






Gambar  3: The basic functional unit of a myofibril is the sarcomere, which contains a specialized arrangement of actin and
myosin filaments.





Text Box: 11
 




Gambar 4 : (a) A molecule of myosin and (b) a myosin filament.

            Wilmore, Jack H dan David L. Costill, (1999: 29) mengemukakan Setiap filamen tipis, meskipun diacu secara sederhana sebagai suatu filamen actin, adalah sebenarnya tersusun dari tiga molekul protein yang berbeda, yaitu: a.Actin,
b. Tropomyosin, c.Troponin :
            Actin merupakantulang punggung dari filamen. Molekul actin individual adalah bola bola kecil dan bergabung bersama untuk membentuk untaian molekul actin. Dua untaian kemudian memilih kedalam suatu pola pilhan, mirip sekali seperti dua untaian mutiara dipilih menjadi satu.
            Tropomyosin adalah zat protein berbentuk tube/ pipa yang mengellingi untaian actin, terletak cocok pada jalur diantara mereka.
            Troponin adalah zat protein yang lebih komplex yang adalah melekat pada interval yang teratur pada kedua untaian actin dan tropomyosin.





Gambar 5: An actin filament, composed of molecules of
actin, tropomyosin, and troponin
Text Box: 12     Tinjauan Ulang/ review
1.    Myofibril tersusun dari sarcomere sarcomere, unit unit fungsional    
     terkecil dari otot.
2.    Suatu sarcomere tersusun dari filamen filamen dari dua zat protein,
     yang bertanggung jawab terhadap kontraksi otot.
3.    Myosin adalah suatu filamen yang tebal, terlipat ke dalam sebauh
     kepala bualat pada satu ujungnya.
4.    Suatu filamen actin tersusun dari actin, tropomyosin, dan troponim.
     Satu ujung dari tiap filamen actin dilekatkan pada suatu piringan Z.

6)      Gerakan Serabut Otot
            Tiap serabut otot diberi saraf oleh suatu syaraf gerak/ motorik tunggal, berakhir pada bagian tengah serabut otot. suatu syaraf motorik/ gerak tunggal dan semua serabut otot yang diberi syaraf secara kolektif sebagai suatu ‘unit motorik/ gerak. Synapsis antara satu syaraf motorik dan satu serabut otot adalah diacu sebagai satu pertemuan neuro muskuler (syaraf otot). “ Suatu unit motorik terdiri dari suatu syaraf motorik tunggal dan semua serabut otot yang memberi supply kepadanya” Wilmore, Jack H dan David L. Costill, (1999: 30).
7)       Teori Filamen Bergeser
            Bagaimana serabut otot memendek? Penjelasan untuk ini diberi istilah teori filamen bergeser. Ketika suatu jembatan silang myosin melekat pada suatu filamen actin, kedua filamen bergeser satu melewati yang lain. Kepala myosin dan jembatan silang di duga mengalami perubahan penyesuaian pada saat mereka melekat pada sisi aktif dari filamen – filamen actin. Lengan dari jembatan silang dan kepala myosin mengalami penarikan kuat intermolekuler yang menyebabkan kepala terangkat terhadap lengan dan menarik filamen – filamen actin dan myosin ke arah yang berlawanan. Pengakatan kepala ini di acu sebagai ‘power stroke Wilmore, Jack H dan David L. Costill, (1999: 31).

Text Box: 13
 









Gambar 6 : The sequence of events leading to muscle action, (a) A motor neuron releases acetylcholine (ACh), which binds to receptors on the sarcolemma. If enough ACh binds, an action potential is generated in the muscle fiber, (b) The action potential triggers Ca^* release from the sarcoplasmic reticulum into the sarcoplasm. (c) The Ca** binds to troponin on the actin filament, and the troponin pulls tropomyosin off the active sites, allowing myosin heads to attach to the actin filament.

            Segera setelah kepala myosin terangkat, ini memutuskan dari sisi yang aktif, berputer kebelakang ke posisi aslinya, dan melekat pada sisi aktif yang baru lebih menjauhdari filamen actin. Mengulangi perlekatan – perlekatan dan ‘power stroke’ menyebabkan filamen untuk bergeser satu mendahului yang lain, memberi kenaikan kepada istilah teori filamen bergeser. Proses ini berlangsung terus menerus sampai akhir dari filamen myosin mencapai piringan Z. Selama gerak pergeseran ini, filamen actin dibawa mendekat satu sama lain dan menonjol ke dalam zona H, akhirnya tumpang tindih. Bila ini terjadi, zona H ini tidak nampak lagi. Wilmore, Jack H dan David L. Costill, (1999: 31).


Text Box: 14


 




Gambar 7 :A muscle fiber (a) relaxed, (b) contracting, and (c) fully contracted, illustrating the ratchet-like action responsible for the sliding
of act in and myosin filaments.

8)      Energi Untuk Gerakan Otot
            Gerakan otot adalah suatu proses aktif yang membutuhkan energi sebagai tambahan terhadap sisi ikatan bagi actin, suatu kepala myosin berisikan suatu sisi pengikat untuk ATP (Adnosin Tri Phosphate). Molekul myosin harus terbalut dengan ATP bagi gerakan otot agar terjadi, sebab ATP menyediakan energi yang diperlukan.
            Enzim ATP yang terdapan pada kepala myosin, memecah ATP untuk membentuk ADP (Adenosin Diphosphat), P dan Energi. Energi yang dilepas dari pemecahan ATP ini adalah digunakan untuk mengikat kepala myosin dengan filamin actin, jadi ATP adalah sumber kimiawi dari energi bagi gerakan otot.
9)      Akhir dari Gerakan Otot
            Gerakan otot diteruskan hingga zat kalsium dihabiskan. Zat kalsium kemudian di pompa kembali kedalam retikulum sarcoplasmik, dimana ini disimpan sampai suatu impuls syaraf yang baru datang di selaput serabut otot. zat kalsium dikembalikan ke retikulum sarcoplasmik dengan suatu sistem pemompaan kalsium yang aktif ini adlah proses tuntutan energi yang lain, lagi lagi tergantung pada ATP. Jadi energi dibutuhkan baik untuk phase gerakan maupun phase relaksasi.
Text Box: 15 

Tinjauan Ulang/ Review

Wilmore, Jack H dan David L. Costill, (1999: 32). Mengemukakan:
1. Muscle action is initiated by a motor nerve impulse. The motor nerve releases ACh, which opens up ion gates in the muscle cell membrane, allowing sodium to enter the muscle cell (depolarization). If the cell is sufficiently depolarized, an action potential is fired and muscle action occurs.
2. The action potential travels along the sarcolemma, then through the tubule system, and eventually causes stored calcium to be released from the sarcoplasmic reticulum.
3. Calcium binds with troponin, and then troponin lifts the tropomyosin molecules off of the active sites on the actin filament, opening these sites for binding with the myosin head.
4. Once it binds with the actin active site, the myosin head tilts, pulling the actin filament so that the two slide across each other. The tilting of the myosin head is the power stroke.
5. Energy is required before muscle action can occur. The myosin head binds to ATP, and ATPase found on the head splits ATP into ADP and Pj,
releasing energy to fuel the contraction.
6. Muscle action ends when calcium is actively pumped out of the sarcoplasm back into the sarcoplasmic reticulum for storage. This process,
leading to relaxation, also requires energy supplied by ATP.


D.   Karakterisitik Otot Manusia.
  • Kontrabilitas artinya kemampuan otot dalam berkontraksi (memendek)
  • Ekstensibilitas artinya kemampuan otot dalam berelaksasi (memanjang)
  • Elastisitas artinya kemampuan otot untuk kembali ke bentuk semula setelah berkontraksi dan berelaksasi






















Text Box: 16E.   Jenis - Jenis Otot.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhn6idbhARIYknCBSs0Lj0DydbwCOHMV8yPY1O3ufEsdtuQlTQ3Gk0mFn5w8qm4ofzpf1t2s2-5T7ddpCozVmIww5taa-BzmfOw6hMwKM-uJYBc815HpIZd1CuZr0T9tt418s0bwhAozC7S/s1600/Sistem+Otot+pada+Manusia.jpg
Gambar 8 : Sistem Otot Pada Manusia

1.      Struktur Otot Polos - berbagaireviews.comOtot Polos.










Gambar 9 : Otot Polos
Otot polos terdapat di dinding usus, dinding lambung, kandung kemih, peranakan, dinding pembuluh darah dan organ dalam lainnya. Juga berguna untuk mengontro diameter pembuluh darah dan gerakan pupil mata. Otot ini memiliki sel berbutir beras dan fungsinya diatur oleh sistem saraf tak sadar. Itu berarti bahwa walaupun otot usus seseorang bergerak, yang bersangkutan tidak merasakannya. Walaupun demikian, bila pergerakannya berlebihan maka orang tersebut akan merasakan mulas atau colic.
Berikut ciri - ciri otot polos :
  • Bentuknya gelondong, kedua ujungnya meruncing dan dibagian tengahnya menggelembung.
  • Tidak memiliki garis-garis melintang (polos).
  • Text Box: 17Bekerja diluar kesadaran, artinya tidak dibawah perintah otak, oleh karena itu otot polos disebut sebagai otot tak sadar.
  • Terletak pada otot usus, otot saluran peredaran darah otot saluran kemih, dan lain lain.
  • Waktu kontraksi antara 3 sampai 180 detik
  • Bentuk dari otot polos seperti perahu
  • Terletak pada organ dalam
  • Memiliki satu inti sel yang berada ditengah
  • Pergerakannya dari otot polos lambat, dan mudah lelah
  • Dipengaruhi oleh saraf otonom
  • Otot polos biasanya berada pada bagian usus, saluran peredaran darah, otot di saluran kemih, 

2.      Otot Lurik.
Struktur Otot Lurik - berbagaireviews.com
 








Gambar 10 : Oto Lurik
Otot satu ini mudah lelah yang disebabkan oleh penumpukan asam laktat pada sel-selnya. Pergerakan otot lurik berasal dari sinyal motorik yang berasal dari otak dan bersifat sadar (bukan reflex).otot ini terdapat pada hampir keseluruhan tubuh bagian luar.
[
Berikut ciri - ciri otot lurik :
  • Bentuknya silindris, memanjang dan tidak bercabang.
  • Tampak adanya garis-garis melintang yang tersusun seperti daerah gelap dan terang secara berselang-seling (lurik).
  • Mempunyai banyak inti sel di tepi
  • Bekerja dibawah kesadaran, artinya menurut perintah otak, oleh karena itu otot lurik disebut sebagai otot sadar.
  • Penyebaran otot lurik ada pada kerangka tubuh, diafragma dan organ lain seperti lidah, bibir dan palpebra.Bentuk selindris dengan garis gelap terang
  • Melekat pada rangka
  • Cepat dan mudah lelah
  • Bentuk yang panjang dan memiliki banyak inti sel (multi sel)
  • Text Box: 18Mempunya pigmen mioglobin
  • Inti sel yang berada di tepi

Otot lurik dikenal sebagai 2 tipe otot berikut :
a.  Otot merah (Tipe I).
Otot merah memiliki myofibril relatif sedikit, tetapi sarkoplasma dan mitokondria relatif banyak serta mioglobin dengan jumlah yang banyak bila dibandingkan dengan otot pucat. Miofibril membentuk lapang Cohnheim (Cohnheim’s field), mengelompok dengan batas yang jelas.

b.  Otot pucat (Tipe II).
Otot pucat memiliki myofibril banyak dan sarkoplasma dan mitokondria relatif sedikit. Miofibril tidak membentuk lapang Cohnheim (Cohnheim’s field) seperti pada otot merah. Otot jenis ini memiliki kandungan mioglobin lebih sedikit dari pada otot merah. Posisi inti lebih superficial langsung di bawah sarkolema. Otot pucat bekerja cepat dan kuat, tetapi cepat lelah.


3.      Struktur otot jantung - berbagaireviews.comOtot Jantung.










Gambar 11 : Otot Jantung

Otot yang bekerja khusus untuk memompa darah pada jantung ini adalah jaringan otot yang sanggup berkontraksi secara terus-menerus tanpa henti. Pergerakannya tidak dipengaruhi sinyal saraf pusat. Otot jantung dapat dipengaruhi oleh interaksi syaraf simpatetik atau parasimpatetik yang memperlambat atau mempercepat laju denyut jantung, namun tidak dapat mengontrolnya secara sadar.



Text Box: 19 

Berikut ciri - ciri otot jantung :
  • Otot jantung ini hanya terdapat pada jantung. Strukturnya sama seperti otot lurik, gelap terang secara berselang seling dan terdapat percabangan sel.
  • Kerja otot jantung tidak bisa dikendalikan oleh kemauan kita, tetapi bekerja sesuai dengan gerak jantung. Jadi otot jantung menurut bentuknya seperti otot lurik dan dari proses kerjanya seperti otot polos, oleh karena itu disebut juga otot spesial.
  • Dibawah mikroskop tampak seperti otot  lurik tetapi bercabang dan intinya ditengah.
  • Sumber energinya dari metabolism aerobic dan membutuhkan energi lebih besar dari otot lainnya.
  • Otot jantung yang berbentuk silindris
  • Memiliki percabangan disebut sinsitium
  • Otot Jantung terletak pada jantung
  • Memiliki satu Inti sel yang berada ditengah
  • Bekerja tampa kesadaran manusia
  • Bekerja terus menerus dan tak membutuhkan istirahat

Otot tidak bekerja sendiri - sendiri tetapi dalam kelompok untuk melaksanakan gerakan dari berbagai bagian rangka tubuh. Menurut cara kerjanya, otot dibedakan menjadi :
1.      Antagonis.
Dimana cara kerjanya menimbulkan efek gerak berlawanan
Cara kerja otot antagonis dapat berupa gerakan :
  • Ekstenso (meluruskan), felkso (membengkakkan)
  • Abduktor (menjauhi tubuh), aduktor (mendekati tubuh)
  • Depresor (arah ke bawah), elevator (arah ke atas)
  • Supinator (menengadah), pronator (menelungkup).

2.      Sinergis atau flexi.
Cara kerjanya menimbulkan gerakan searah atau  bersama-sama. Juga bekerja untuk menstabilkan bagian-bagian anggota lain sewaktu bagian lain bergerak. Otot yang tidak lepas dari peran saraf, dibagi kedalam dua kelompok yaitu :
a.       Text Box: 20Volunter
Ototnya disarafi oleh saraf somatic dan berada dalam kontrol otak. Contohnya otot lurik.
b.      Involunter
Otot ini disarafi oleh sistem saraf otonom dan tidak berada dibawah kontrol otak. Contohnya otot polos dan otot jantung.

F.   Mekanisme Kerja Sistem Otot.
Mekanisme Kerja Sistem Otot - berbagaireviews.com
 








Gambar 12 : Mekanisme Kerja Sistem Otot
Otot manusia bekerja dengan cara berkontraksi sehingga otot akan memendek, mengeras dan bagian tengahnya menggelembung (membesar). Hal ini melibatkan kerja saraf. Karena memendek maka tulang yang dilekati oleh otot tersebut akan tertarik atau terangkat. Kontraksi satu macam otot hanya mampu untuk menggerakkan tulang kesatu arah tertentu. Kontraksi dapat berlangsung bila ada rangsangan (stimulus) baik oleh pengaruh saraf atau oleh pengaruh lain. ontraksi dapat terjadi karena adanya energi kimia berupa ATP yang terbentuk pada sel otot. 
Text Box: 21Kontraksi terjadi sangat dipengaruhi oleh 2 jenis protein yaitu aktin dan myosin. Interaksi dari 2 protein tersebut menyebabkan terjadinya kontraksi pada otot. Agar tulang dapat kembali ke posisi semula, otot tersebut harus mengadakan relaksasi dan tulang harus ditarik ke posisi semula. Untuk itu harus ada otot lain yang berkontraksi yang merupakan kebalikan dari kerja otot pertama. Jadi, untuk menggerakkan tulang dari satu posisi ke posisi yang lain, kemudian kembali ke posisi semula diperlukan paling sedikit dua macam otot dengan kerja yang berbeda. Karena itulah otot dikatakan sebagai bagian dari alat gerak aktif yang tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Hal ini disebabkan jika bagian otot satu bergerak, maka bagian lain juga akan ikut terlibat.
[
Otot - otot membentuk penempelan ke struktur lain dengan 3 cara yaitu :
  1. Tendon menempelkan otot ke tulang
  2. Otot menempel secara langsung (tanpa tendon) ke tulang atau jaringan lunak
  3. Sebuah fasia yang rata berbentuk seperti lembaran yang disebut aponeurosis dapat menghubungkan otot ke otot atau otot ke tulang
Sistem otot memiliki karakteristik tersendiri yaitu:
  • Kontrakstibilitas, kemampuan otot untuk memendek atau berkontraksi.
  • Eksitabilitas, serabut otot akan merespon dengan kuat jika distimulasi oleh impuls saraf.
  • Ekstensibilitas, serabut otot memiliki kemampuan untuk menegang melebihi panjang otot saat rileks.
  • Elastisitas, serabut otot dapat kembali ke ukuran semula setelah berkontraksi atau menegang dalam artian lain relaksasi.

Kontraksi otot memerlukan suplai ATP yang banyak. Ketika ATP dikonsumsi oleh otot yang berkontraksi, energinya diganti kembali dengan 3 cara:
  1. Metabolisme aerobic, dengan keberadaan oksigen, bahan bakar seperti glikogen, glukosa dan lemak dapat dihancurkan untuk membentuk energi.
  2. Metabolisme anaerobic, tubuh dapat juga memetabolisme bahan bakar tanpa adanya oksigen. Meskipun demikian, bila oksigen tidak ada, penghancuran bahan bakar secara penuh tidak mungkin terjadi. Dan asam laktat akan terbentuk. Akumulasi  dari asam laktat mungkin bertanggung jawab terhadap nyeri pada otot yang berhubungan dengan kerja keras.
  3. Metabolisme dari keratin fosfat, keratin fosfat mengandung energi yang dapat digunakan tubuh untuk mengganti ATP secara cepat selama kontraksi otot. Sebagai bentuk penyimpanan energi, keratin fosfat memastikan bahwa otot rangka dapat bekerja untuk waktu yang lama.
Text Box: 22 

Otot dapat mengalami regenerasi sesuai dengan jenisnya seperti otot  polos yang meregenerasi dengan cara mitosis, otot lurik yang beregenerasi dari mioblas dan otot jantung yang khususnya sangat sulit beregenerasi, jika ada kesurasakan dalam jarigan otot jantung biasanya diganti oleh jaringan pengikat.

G.   Jenis - Jenis Gerak Otot.
Jenis - jenis atau macam-macam gerak otot terbagi atas 2 antara lain sebagai berikut :
a.       Gerak berlawanan (antagonis) pada otot - berbagaireviews.comBerlawanan (antagonis).







Gambar 13 :Jenis Jenis Otot

Misalnya saja bisep dan trisep pada otot di lengan atas. Alat gerak antagonis antara lain sebagai berikut..
  • Ekstensor - Fleksor : meluruskan-membengkokan
  • Abduktor - Adduktor : menjauhkan-mendekatkan
  • Depresor - Elevator : kebawa-keatas
  • Supinator - Prenator : menengadah-menelungkup.



b.      Text Box: 23Gerak bersamaan (sinergis) pada otot - berbagaireviews.comBersamaan (sinergis).







Gambar 14 :Gerak Sinergis

H.   Macam - Macam Gerak Otot.
Macam - Macam Gerak pada Otot - berbagaireviews.com
 







Gambar 9 : Macam macam gerak Otot

  1. Ekstensi adalah gerak meluruskan contohnya meluruskan lutut, siku dan ruas jari
  2. Depresi adalah gerak menekan kebawah atau menurunkan
  3. Pronasi adalah gerak memutar lengan sehingga telapak menelungkup
  4. Abduksi adalah gerak menjauhkan contohnya gerak tungkai menjauhkan dari sumbu tubuh
  5. Supinasi adalah gerak yang memutar lengan sehingga tangan menegadah
  6. Adduksi adalah gerak yang mendekatkan sumbu tubuh contohnya gerak yang mendekatkan tungkai dengan sumbu tubuh
  7. Fleksi adalah gerak yang membengkokkan contohnya membengkokkan siku, ruas jari dan lutut.






Text Box: 24I.  Penyakit atau Gangguan pada Otot.
  • Distrofi  otot, merupakan penyakit menurun yang disebabkan oleh mutasi gen yang bertanggung jawab untuk sintesis protein otot, sehingga otot menjadi lemah. Umumnya gangguan ini terjadi pada laki-laki umur antara 3-7 tahun.
  • Atrofi Otot, terjadinya pengurangan ukuran otot, ketegangan dan kekuatan otot yang disebabkan oleh mengecilnya serabut-serabut otot. Segala jenis kerusakan pada neuron motorik akan menyebabkan terjadinya atrofi otot secara bertahap. Misalnya virus polio yang menyerang saraf otak dan sumsum tulang belakang menyebabkan paralisis dan atrofi otot.
  • Hiperplasia, membesarnya otot yang disebabkan karena jumlah serabut otot bertambah, tetapi tidak disebabkan karena membesarnya serabut otot.
  • Hipertrofi,membesarnya otot yang disebabkan oleh aktivitas berat otot yang dilakukan secara terus menerus. Otot yang mengalami hipertrofi membuat diameter serabut ototnya meningkat dan jumlah zat yang terdapat dalam otot juga bertambah.
  • Tetanus, dimana terjadi kontraksi otot seluruh tubuh yang kuat dalam waktu tertentu, disebabkan oleh stimulus racun yang dikeluarkan oleh Clostridium tetani.
  • Kerusakan tendon yaitu sobek atau pecah. Tendon dapat teriris putus karena kecelakaan atau perkelahian.





BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Otot merupakan jaringan yang ada didalam tubuh manusia, berupa alat gerak aktif  yang menggerakkan tulang sehingga menyebabkan suatu organisme atau indvidu dapat bergerak. Otot bekerja dengan cara berkontraksi dan beleraksasi. Miologi adalah istilah untuk ilmu yang mempelajari mengenai otot. Otot adalah alat gerak yang berfungsi menggerakkan tulang. Sel-sel otot mempunyai kemampuan berkontraksi (bentuk sel otot memendek) dan melakukan relaksasi (kembali ke ukuran semula). Oleh karena itu jaringan otot disebut sebagai alat gerak aktif.
              
.














Text Box: 25
 

DAFTAR PUSTAKA


Baechle, Thomas R and Earle Roger W (2008), Essentials of  Strength Training
and Conditioning Third Edition.New Zealand: Human Kinetics

Berbagaireviews.com,2018, sistem-otot-pada-manusia-lengkap-fungsi.

Close, R. (1967). Properties of motor units in fast and slow skeletal muscles of the
rat. Journal of Physiology (London), 193, 45-55.

Costill, D.L., Daniels, J., Evans, W., Fink, W., Krahenbuhl, G., & Saltin, B.
(1976). Skeletal muscle enzymes and fiber composition in male and
female track athletes. Journal of Applied Physiology, 40, 149-154.

Costill, D.L., Fink, W.J., Flynn, M., & Kirwan, J.(1987). Muscle fiber
composition and enzyme activities in elite female distance runners.
International Journal of Sports Medicine, 8, 103-106.

Costill, D.L., Fink, W.J., & Pollock, M.L. (1976). Muscle fiber composition and enzyme activities of elite distance runners. Medicine and Science in Sports, 8, 96-100.

Gollnick, P.D., & Hodgson, D.R. (1986). The identification of fiber types in
skeletal muscle: A continual dilemma. Exercise and Sport Sciences
Reviews, 14,81-104.

Gollnick, P.D., Piehl, K., & Saltin, B. (1974). Selective glycogen depletion
pattern in human muscle fibers after exercise of varying intensity and at
varying pedal rates. Journal of Physiology, 241, 45-47.

Gordon, T., & Pattullo, M.C. (1993). Plasticity of muscle fiber and motor unit
types. Exercise and Sport Sciences Reviews, 21, 331-362.

Ramadhanti, Ismi(2016). Pengertian-Struktur-Jenis-dan-Fungsi-Otot.
Otot-adalah.html, diakses tanggal 05 Desember 2018)

Wilmore, Jack H dan David L. Costill, (1999). Physiology Of Sport And Exercise.
Jakarta: Human Kinetics

Zulfahri & Harahap Novita Sari. (2013) Anatomi. Fakultas Ilmu keolahragaan-
Universitas Negeri Medan.

Text Box: 26