Rabu, 09 Januari 2019

Instrument Tes Keterampilan Bermain Sepak Takraw



Tes Ketrampilan Bermain Sepak Takraw
Menurut Darwis (1992:20) bahwa teknik dasar bermain sepaktakraw dilakukan dengan menggunakan beterai test sebagai berikut:
1. Tes Servis 
Merupakan keterampilan melakukan sepakan awal (servis) dalam bermain, sepakmula dilakukan oleh tekong pada lingkaran sepakmula setelah apit melambungkan bola. Rangkaian gerakan sepakmula terdiri dari: (a) posisi sikap tubuh sebelum menyentuh bola: (1) sikap siap dan (2) sikap saat bola dilambungkan oleh pelambung, (b) saat gerakan mengayun, (c) saat perkenaan bola dengan ujung kaki ayun, (d) saat kaki mengayun, upayakan kaki tumpu tetap lurus, (e) untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, maka arah dan arus bola dapat diatur, seperti bola pelintir, keras, dan tajam atau lainnya.
            Menurut Darwis (1992: 62) teknik sepakmula meliputi: (1) berdiri di tempat (lingkaran) servis, satu kaki di dalam lingkaran dan satu lagi di luar lingkaran, (2) tangan kiri (jika tekong menyepak dengan kaki kanan) menunjukkan jalannya bola yang akan dilambungkan oleh apit sesuai dengan permintaan tekong, (3) sebaiknya bola ditendang ketika ketinggiannya kurang lebih setinggi lutut, (4) setelah bola disepak, badan digerakkan mengikuti lanjutan gerak kaki sepak untuk menjaga keseimbangan. Kesempatan diberikan sebanyak 10 kali kesempatan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgszUG-nHHPkN2PRSdzwabCcZ9LTSV1xJp0HDpMv_wrQeVMW8Lrmvos8PRA5lrcQvmQsKhiyJoxjLw1XoOw30RAel8zBAupNNz3dqI5hN_M0e3hletLB5GAMjIb5M-tQipHxt93rQaedBU/s400/takraw+servis.jpg
Gambar Lapangan dan penilaian untuk tes servis
Sumber: (Widiastuti,2011:218)


2. Tes Kontrol Bola
Tujuan tes ini adalah untuk Mengukur keterampilan mengukur kemampuan menimmang bola, adapun pelaksanan tes adalah sebagai berikut :
1.    Bola dikontrol dengan menggunakan sepak sila (bagian dalam kaki)
2.    Bola yang jatuh ke tanah dapat dimainkan lagi, tapi penghitungan skor pada sepakan kedua dihitung dari awal dan berlaku pada setiap kali setelah bola jatuh sampai waktu yang tersedia habis.
3.    Kontrol bola yang dilakukan haruslah setinggi dada, dan satu persatu dihitung.
4.    Luas lapangan untuk tes kontrol tidak terbatas.
5.    Waktu yang dibatasi selama satu menit.
6.    Penilaian Skor diambil dari jumlah kontrol yang dapat dilakukan selama satu menit.
7.    Setiap sepakan dihitung dengan nilai satu dan seterusnya.
8.    Sepakan yang tidak setinggi dada tidak dihitung. Skor keseluruhan dihitung dengan cara menjumlahkan kesemua skor kontrol.


3.  Tes Sepak Kuda
Sepakkuda adalah sepakan atau menyepak dengan menggunakan punggung kaki, sepakkuda digunakan untuk memainkan bola yang datangnya rendah dan kencang, menyelamatkan dan mempertahankan dari serangan lawan, memainkan bola dan menguasai bola dalam usaha mennyelamatkan bola (Darwis, 1992:22). Cara melakukan sepakkuda yang baik adalah tungkai menyepak dengan punggung kaki lurus, perkenaan bola dengan punggung kaki pada bagian yang lebarnya (mendekati jari kaki), sendi utama yang bergerak yaitu pinggul, konsentrasi pada bola. Rangkaian keterampilan teknik sepak kuda sama halnya dengan teknik sepaksila, kecuali dengan perkenaan bola. Pada sepakkuda sepakan dilakukan dengan punggung kaki. Hitungan adalah kemampuan sepak kuda dalam 1 menit.

4. Tes Menyundul (heading)
Heading adalah memainkan bola dengan kepala. Bola dipukul dengan bagian kepala, misalnya dengan dahi, samping kanan kepala, samping kiri kepala, dan bagian belakang kepala (Darwis, 1992: 37). Cara melakukan teknik heading: (1) hadapkan dahi pada bola, (2) arahkan kepala pada sasaran yang dituju, (3) perkenaan bola dengan dahi, leher harus keras, (4) gerakan kaki badan dan kepala harus pada koordinasi yang sesuai, (5) sebaiknya posisi kaki salah satu harus berada di depan, (6) Hasil hitungan adalah kemampuan heading dalam waktu 1 menit (Suhud, 1989:17). 
5. Tes Smash
Tujuan tes ini adalah untuk mengukur keterampilan smash, adapun  pelaksanaan tes adalah sebagai berikut :
1.    Tahap awal subjek mengambil tempat di depan net dan siap melakukan smash.
2.    Bola melambungkan ke arah subjek berdasarkan keinginan yang dikehendaki, biasanya setinggi tiga meter di udara dekat net.
3.    Subjek akan melompat dan melakukan smash melewati atas net ke lapangan lawan.
4.    Setiap subjek diberi 10 kali kesempatan.
5.    Skor yang diukur adalah skor yang diambil dari skor yang terdapat di daerah sasaran dimana bola jatuh dan waktunya kecepatan bola jatuh ke daerah sasaran.
6.    Jika bola jatuh tepat pada garis yang membatasi dua petak sasaran maka skor yang dicatat adalah yang paling tinggi.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUn-O8re4IF72GB3BqRR0FlMSvo0sC47Mxb7AuezgR0p77jiDCm8WxhIZL_rsrqWygdutnQj4wdGqY7bmfZTdC0ML2s_szooI37WOHaIJy9FGFdMtes8rzO11vp9GplYbXsnifX2xgJyQ/s400/smash.jpg
Gambar  Lapangan untuk tes smash
Sumber: Widiastuti,2011:223


Tabel Norma Penilaian Tes Keterampilan Bermain Takraw
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhshxLxUVigM57-JPehm77F1aymjnCeHRYbJSJ1wbBbIGK1d1NkOQlUNqPGSSIbWMt6Qhm3y3_utfqzK_TZ97HnR4IACyQuibspxbkbb_RU3PZYqnNoYoIq3ZE-kBT1GL-wuxIDSfIM3E4/s400/norma+takraw.jpg


Share this

0 Comment to "Instrument Tes Keterampilan Bermain Sepak Takraw"

Posting Komentar