Tes
Ketrampilan Bermain Sepak Takraw
Menurut Darwis (1992:20) bahwa teknik dasar bermain
sepaktakraw dilakukan dengan menggunakan beterai test sebagai berikut:
1. Tes Servis
Merupakan keterampilan melakukan sepakan awal (servis) dalam bermain, sepakmula dilakukan oleh tekong pada lingkaran
sepakmula setelah apit melambungkan bola. Rangkaian gerakan sepakmula terdiri
dari: (a) posisi sikap tubuh sebelum menyentuh bola: (1) sikap siap dan (2)
sikap saat bola dilambungkan oleh pelambung, (b) saat gerakan mengayun, (c)
saat perkenaan bola dengan ujung kaki ayun, (d) saat kaki mengayun, upayakan
kaki tumpu tetap lurus, (e) untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, maka arah
dan arus bola dapat diatur, seperti bola pelintir, keras, dan tajam atau
lainnya.
Menurut Darwis (1992: 62) teknik sepakmula meliputi:
(1) berdiri di tempat (lingkaran) servis, satu kaki di dalam lingkaran dan satu
lagi di luar lingkaran, (2) tangan kiri (jika tekong menyepak dengan kaki
kanan) menunjukkan jalannya bola yang akan dilambungkan oleh apit sesuai dengan
permintaan tekong, (3) sebaiknya bola ditendang ketika ketinggiannya kurang
lebih setinggi lutut, (4) setelah bola disepak, badan digerakkan mengikuti
lanjutan gerak kaki sepak untuk menjaga keseimbangan. Kesempatan diberikan
sebanyak 10 kali kesempatan
Gambar Lapangan dan penilaian untuk tes servis
Sumber: (Widiastuti,, 2011:218)
2. Tes Kontrol Bola
Tujuan tes ini adalah
untuk Mengukur
keterampilan mengukur kemampuan
menimmang bola, adapun pelaksanan tes adalah sebagai berikut :
1. Bola dikontrol dengan menggunakan sepak sila (bagian dalam kaki)
2. Bola yang jatuh ke tanah dapat dimainkan lagi, tapi
penghitungan skor pada sepakan kedua dihitung dari awal dan berlaku pada setiap
kali setelah bola jatuh sampai waktu yang tersedia habis.
3. Kontrol bola yang dilakukan haruslah setinggi dada,
dan satu persatu dihitung.
4. Luas lapangan untuk tes kontrol tidak terbatas.
5. Waktu yang dibatasi selama satu menit.
6. Penilaian Skor diambil dari jumlah kontrol yang dapat dilakukan selama
satu menit.
7. Setiap sepakan dihitung dengan nilai satu dan
seterusnya.
8. Sepakan yang tidak setinggi dada tidak dihitung. Skor
keseluruhan dihitung dengan cara menjumlahkan kesemua skor kontrol.
3. Tes
Sepak Kuda
Sepakkuda adalah sepakan atau menyepak dengan menggunakan punggung kaki,
sepakkuda digunakan untuk memainkan bola yang datangnya rendah dan kencang,
menyelamatkan dan mempertahankan dari serangan lawan, memainkan bola dan
menguasai bola dalam usaha mennyelamatkan bola (Darwis, 1992:22). Cara
melakukan sepakkuda yang baik adalah tungkai menyepak dengan punggung kaki
lurus, perkenaan bola dengan punggung kaki pada bagian yang lebarnya (mendekati
jari kaki), sendi utama yang bergerak yaitu pinggul, konsentrasi pada bola.
Rangkaian keterampilan teknik sepak kuda sama halnya dengan teknik sepaksila,
kecuali dengan perkenaan bola. Pada sepakkuda sepakan dilakukan dengan punggung
kaki. Hitungan adalah kemampuan sepak kuda dalam 1 menit.
4. Tes Menyundul (heading)
Heading adalah
memainkan bola dengan kepala. Bola dipukul dengan bagian kepala, misalnya
dengan dahi, samping kanan kepala, samping kiri kepala, dan bagian belakang
kepala (Darwis, 1992: 37). Cara melakukan teknik heading: (1) hadapkan dahi pada bola, (2) arahkan kepala pada
sasaran yang dituju, (3) perkenaan bola dengan dahi, leher harus keras, (4)
gerakan kaki badan dan kepala harus pada koordinasi yang sesuai, (5) sebaiknya
posisi kaki salah satu harus berada di depan, (6) Hasil hitungan adalah
kemampuan heading dalam waktu 1 menit
(Suhud, 1989:17).
5. Tes Smash
Tujuan tes ini adalah untuk mengukur
keterampilan smash, adapun pelaksanaan tes adalah sebagai
berikut :
1. Tahap awal subjek mengambil tempat di depan net dan siap melakukan
smash.
2. Bola melambungkan ke arah subjek berdasarkan keinginan
yang dikehendaki, biasanya setinggi tiga meter di udara dekat net.
3. Subjek akan melompat dan melakukan smash melewati atas
net ke lapangan lawan.
4. Setiap subjek diberi 10 kali kesempatan.
5. Skor yang diukur adalah skor yang diambil dari skor yang terdapat di daerah sasaran
dimana bola jatuh dan waktunya kecepatan bola jatuh ke daerah sasaran.
6. Jika bola jatuh tepat pada garis yang membatasi dua
petak sasaran maka skor yang dicatat adalah yang paling tinggi.
Gambar Lapangan
untuk tes smash
Sumber: Widiastuti,, 2011:223
Tabel Norma Penilaian
Tes Keterampilan Bermain Takraw




0 Comment to "Instrument Tes Keterampilan Bermain Sepak Takraw"
Posting Komentar