Rabu, 09 Januari 2019

Analisis Anava 2 x 2 dengan Spss


HIPOTESIS:
1.    Ada perbedaan pengaruh yang signifikan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetap dan sasaran berubah terhadap ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan. Metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah lebih baik daripada metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetap terhadap ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan.
2.    Ada perbedaan pengaruh yang signifikankemampuankoordinasi mata tangan tinggi dan koordinasi mata tangan rendah terhadap ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan. Atlet yang mempunyai koordinasi mata tangan tinggi lebih baik daripada koordinasi mata tangan rendah terhadap ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan.
3.    Ada interaksi yang signifikanantara metode latihan pukulan groundstrokedan koordinasi mata tangan terhadap ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan.
Data pretest dan posttestketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan disajikan pada Tabel 4 sebagai berikut.
Tabel.Data Pretest dan Posttest Hasil Tes Ketepatan Goundstroke
No
Kelompok Koordinasi Tinggi
Groundstroke Sasaran Tetap (A1B1)
Groundstroke Sasaran Berubah (A2B1)
Pretest
Posttest
Selisih
Pretest
Posttest
Selisih
1
49
59
10
48
67
19
2
48
60
12
48
69
21
3
51
62
11
50
66
16
4
48
62
14
49
68
19
5
49
62
13
49
68
19
No
Kelompok Koordinasi Rendah
Groundstroke Sasaran Tetap (A1B2)
Groundstroke Sasaran Berubah (A2B2)
Pretest
Posttest
Selisih
Pretest
Posttest
Selisih
1
45
63
18
49
61
12
2
46
64
18
49
60
11
3
46
65
19
48
60
12
4
48
62
14
49
61
12
5
47
65
18
50
60
10

Tabel.Deskriptif StatistikPretest dan Posttest Ketepatan Goundstroke

Metode
Koordinasi
Statistik
Pretest
Posttest
Groundstroke Sasaran Tetap
Tinggi
(A1B1)
Jumlah
245,00
305,00
Rerata
49,0000
61,0000
SD
1,22474
1,41421
Rendah
(A1B2)
Jumlah
232,00
319,00
Rerata
46,4000
63,8000
SD
1,14018
1,30384
Groundstroke Sasaran Berubah
Tinggi
(A2B1)
Jumlah
244,00
338,00
Rerata
48,8000
67,6000
SD
,83666
1,14018
Rendah
(A2B2)
Jumlah
245,00
302,00
Rerata
49,0000
60,4000
SD
,70711
,54772

1.    Uji Normalitas
Uji normalitas menggunakan metode Kolmogorov Smirnov.Hasil uji normalitas data yang dilakukan pada tiap kelompok analisis dilakukan dengan program software SPSS version 20.0 for windows dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05.
Tabel.Uji Normalitas
Data
p
Signifikansi
Keterangan
Pretest A1B1
0,759



0,05
Normal
Posttest A1B1
0,535
Normal
Pretest A2B1
0,953
Normal
Posttest A2B1
0,941
Normal
Pretest A1B2
0,941
Normal
Posttest A1B2
0,967
Normal
Pretest A2B2
0,759
Normal
Posttest A2B2
0,510
Normal

Berdasarkan analisis statistik uji normalitas yang telah dilakukan dengan menggunakan uji Z Kolmogorov Smirnov, pada semua data pretest dan posttestdidapat dari hasil uji normalitas data nilai signifikansi p> 0,05, yang berarti data berdistribusi normal.


2.    Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan untuk menguji persamaan beberapa sampel yaitu homogen atau tidak.Uji homogenitas dimaksudkan menguji kesamaan varian antara pretest dan posttest.
Tabel.Uji Homogenitas
Kelompok
Levene Statistic
df1
df2
Sig,
Keterangan
Pretest
3,955
1
18
0,362
Homogen
Posttest
10,951
1
18
0,504
Homogen

Berdasarkan analisis statistik uji homogenitas yang telah dilakukan dengan menggunakan uji Levene Test.Pada pretestdiperoleh nilai signifikansi sebesar 0,362 ≥ 0,05. Hal ini berarti dalam kelompok data memiliki varian yang homogen. Demikian juga dengan hasil perhitungan pada posttest didapat nilai signifikansi sebesar 0,504 ≥ 0,05.

3.    Uji Hipotesis

Hipotesis yang pertama berbunyi “Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetap dan sasaran berubah terhadap ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan”.
Tabel. Hasil ANAVA Kelompok Eksperimen yang Menggunakan Metode Latihan Pukulan Groundstroke Sasaran Tetap dan Sasaran Berubah
Source
Type III Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig
Metode Latihan
12,800
1
12,800
9,660
0,007

Dari hasil uji ANAVA Tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai signifikansi p sebesar 0,007. Karena nilai signifikansi p sebesar 0,007 < 0,05, dan F hitung sebesar 9,660 berarti Ho ditolak. Dengan demikian terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetap dan sasaran berubah terhadap ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan.Berdasarkan hasil analisisternyata metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah lebih tinggi (baik) dengan nilai rata-rata posttestsebesar 64,0 dibandingkan dengan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetap dengan nilai rata-rata posttestsebesar 62,4. Hal ini berarti hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa “ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetap dan sasaran berubah terhadap ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan”, telah terbukti.
Hipotesis kedua yang berbunyi “Ada perbedaan pengaruh yang signifikanantara kemampuankoordinasi mata tangan tinggi dan koordinasi mata tangan rendah terhadap ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan”.
Tabel.Hasil ANAVA Perbedaan Koordinasi Tinggi dan Koordinasi Rendah terhadap Ketepatan Goundstroke
Source
Type III Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig
Koordinasi
24,200
1
24,200
18,264
0,001

Dari hasil uji ANAVA pada Tabel di atas, dapat dilihat bahwa nilai signifikansi p sebesar 0,001. Karena nilai signifikansi p sebesar 0,001 < 0,05, dan F hitung sebesar 18,264 berarti Ho ditolak. Berdasarkan hal ini berarti terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kemampuankoordinasi mata tangan tinggi dan koordinasi mata tangan rendah terhadap ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan.Berdasarkan hasil analisis ternyata atlet dengan kemampuan koordinasi mata tangan tinggi lebih tinggi (baik) dengan nilai rata-rata posttest sebesar 64,3dibandingkan dengan atlet dengan koordinasi mata tangan rendah dengan nilai rata-rata posttest sebesar 62,1.Hal ini berarti hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara kemampuankoordinasi mata tangan tinggi dan koordinasi mata tangan rendah terhadap ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan, telah terbukti.
Hipotesis ketiga yang berbunyi “Ada interaksi yang signifikan antara metode latihan pukulan groundstroke(sasaran tetap dan sasaran berubah) dan koordinasi mata tangan (tinggi dan rendah) terhadap ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan”.Hasil penghitungan disajikan pada Tabel 10 sebagai berikut.
Tabel.Hasil ANAVA Interaksi antara Metode Latihan Pukulan Groundstroke (Sasaran Tetap dan Sasaran Berubah) dan Koordinasi
Mata Tangan (Tinggi dan Rendah)
Source
Type III Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig
Metode_Latihan * Koordinasi
125,000
1
125,000
94,340
0,000

Dari hasil uji ANAVA pada Tabel 10 di atas dapat dilihat bahwa nilai signifikansi p sebesar 0,000. Karena nilai signifikansi p sebesar 0,000 < 0,05, dan F hitung sebesar 94,340 berarti Ho ditolak. Berdasarkan hal ini berarti hipotesis yang menyatakan ada interaksi yang signifikan antara metode latihan pukulan groundstroke(sasaran tetap dan sasaran berubah) dan koordinasi mata tangan (tinggi dan rendah) terhadap ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan, telah terbukti.
Diagram hasil interaksi antara metode latihan pukulan groundstroke(sasaran tetap dan sasaran berubah) dan koordinasi mata tangan (tinggi dan rendah) terhadap ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan dapat dilihat pada Gambar 8sebagai berikut.
Gambar.Hasil Interaksi antara Metode Latihan Pukulan Groundstroke (Sasaran Tetap dan Sasaran Berubah) dan Koordinasi
Mata Tangan (Tinggi dan Rendah)

Setelah teruji terdapat interaksi antara metode latihan pukulan groundstroke(sasaran tetap dan sasaran berubah) dan koordinasi mata tangan (tinggi dan rendah) terhadap ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan, maka perlu dilakukan uji lanjut dengan menggunakan uji Tukey. Hasil uji lanjut dapat dilihat pada Tabel di bawah ini:
Tabel. Ringkasan Hasil Uji Post Hoc(Tukey)
Kelompok
Interaksi
Mean Difference
Std, Error
Sig,
A1B1
A2B1
-6.6000*
.72801
.000
A1B2
-2.8000*
.72801
.007
A2B2
.6000
.72801
.842
A2B1
A1B1
6.6000*
.72801
.000
A1B2
3.8000*
.72801
.000
A2B2
7.2000*
.72801
.000
A1B2
A1B1
2.8000*
.72801
.007
A2B1
-3.8000*
.72801
.000
A2B2
3.4000*
.72801
.001
A2B2
A1B1
-.6000
.72801
.842
A2B1
-7.2000*
.72801
.000
A1B2
-3.4000*
.72801
.001
Berdasarkan Tabelhasil perhitungan uji Tukeypada tanda asterisk (*) menunjukkan bahwa pasangan-pasangan yang memiliki interaksi atau pasangan yang berbeda secara nyata (signifikan) adalah: (1) A1B1-A2B1, (2) A1B1-A1B2, (3) A2B1-A1B2, (4) A2B1-A2B2, (5) A1B2-A2B2,. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa:
1)   Jika kelompok kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan tinggi dipasangkan dengan kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan tinggi terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan.Kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan tinggi lebih baik daripada kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan tinggi, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05.
2)   Jika kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan tinggi dipasangkan dengan kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan rendah terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan.Kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan rendah lebih baik daripada kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan tinggi, dengan nilai signifikansi 0,007 < 0,05.
3)   Jika kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan tinggi dipasangkan dengan kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan rendah terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan.Kelompokatlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan tinggi lebih baik daripada kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan rendah, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05.
4)   Jika kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan tinggi dipasangkan dengan kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan rendah terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan.Kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan tinggi lebih baik daripada kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan rendah, dengan nilai signifikansi 0,000< 0,05.
5)   Jika kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan rendah dipasangkan dengan kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan rendah terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan.Kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan rendah lebih baik daripada kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan rendah, dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05.
Sedangkan pasangan-pasangan lainnya dinyatakan tidak memiliki perbedaan pengaruh adalah: A1B1-A2B2. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa:Jika kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan tinggi dipasangkan dengan kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan rendah tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan, dengan nilai signifikansi 0,842 > 0,05
Hasil analisis varian berpasangan dengan uji lanjut Tukey menunjukkan bahwa terdapat 5 pasangan yang berbeda secara signifikan, yaitu: pasangan (1) A1B1-A2B1, (2) A1B1-A1B2, (3) A2B1-A1B2, (4) A2B1-A2B2, (5) A1B2-A2B2, sedangkan pasangan lainnya dinyatakan tidak ada perbedaan yaitu:A1B1-A2B2.

Kesimpulan
1.    Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetap dan sasaran berubah terhadap ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan. Metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah lebih baik daripada metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetap terhadap ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan.
2.    Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara kemampuankoordinasi mata tangan tinggi dan koordinasi mata tangan rendah terhadap ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan.Atlet yang mempunyai koordinasi mata tangan tinggi lebih baik daripada koordinasi mata tangan rendah terhadap ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan.
3.    Ada interaksi yang signifikan antara metode latihan pukulan groundstroke(sasaran tetap dan sasaran berubah) dan koordinasi mata tangan (tinggi dan rendah) terhadap ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan. Pasangan-pasangan yang memiliki interaksi atau pasangan yang berbeda secara nyata (signifikan) adalah sebagai berikut.
a.    Jika kelompok kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan tinggi dipasangkan dengan kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan tinggi terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan.Kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan tinggi lebih baik daripada kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan tinggi, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05.
b.    Jika kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan tinggi dipasangkan dengan kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan rendah terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan.Kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan rendah lebih baik daripada kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan tinggi, dengan nilai signifikansi 0,007 < 0,05.
c.    Jika kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan tinggi dipasangkan dengan kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan rendah terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan.Kelompokatlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan tinggi lebih baik daripada kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan rendah, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05.
d.   Jika kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan tinggi dipasangkan dengan kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan rendah terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan.Kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan tinggi lebih baik daripada kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan rendah, dengan nilai signifikansi 0,000< 0,05.
e.    Jika kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan rendah dipasangkan dengan kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan rendah terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan.Kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan rendah lebih baik daripada kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan rendah, dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05.






LAMPIRAN HASIL ANALISIS

DESKRIPTIF STATISTIK

Statistics


Pretest A1B1
Posttest A1B1
Pretest A2B1
Posttest A2B1
Pretest A1B2
Posttest A1B2
Pretest A2B2
Posttest A2B2
N
Valid
5
5
5
5
5
5
5
5
Missing
0
0
0
0
0
0
0
0
Mean
49.0000
61.0000
48.8000
67.6000
46.4000
63.8000
49.0000
60.4000
Median
49.0000
62.0000
49.0000
68.0000
46.0000
64.0000
49.0000
60.0000
Mode
48.00a
62.00
48.00a
68.00
46.00
65.00
49.00
60.00
Std. Deviation
1.22474
1.41421
.83666
1.14018
1.14018
1.30384
.70711
.54772
Minimum
48.00
59.00
48.00
66.00
45.00
62.00
48.00
60.00
Maximum
51.00
62.00
50.00
69.00
48.00
65.00
50.00
61.00
Sum
245.00
305.00
244.00
338.00
232.00
319.00
245.00
302.00
a. Multiple modes exist. The smallest value is shown








UJI NORMALITAS

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test


Pretest A1B1
Posttest A1B1
Pretest A2B1
Posttest A2B1
Pretest A1B2
Posttest A1B2
Pretest A2B2
Posttest A2B2
N
5
5
5
5
5
5
5
5
Normal Parametersa
Mean
49.0000
61.0000
48.8000
67.6000
46.4000
63.8000
49.0000
60.4000
Std. Deviation
1.22474
1.41421
.83666
1.14018
1.14018
1.30384
.70711
.54772
Most Extreme Differences
Absolute
.300
.360
.231
.237
.237
.221
.300
.367
Positive
.300
.240
.231
.163
.237
.179
.300
.367
Negative
-.207
-.360
-.194
-.237
-.163
-.221
-.300
-.263
Kolmogorov-Smirnov Z
.671
.806
.515
.530
.530
.495
.671
.822
Asymp. Sig. (2-tailed)
.759
.535
.953
.941
.941
.967
.759
.510
a. Test distribution is Normal.




















UJI HOMOGENITAS
Test of Homogeneity of Variances

Levene Statistic
df1
df2
Sig.
Pretest
3.955
1
18
.362
Posttest
10.951
1
18
.504

Uji ANAVA

Between-Subjects Factors


Value Label
N
Metode_Latihan
1
goundstroke sasaran tetap
10
2
goundstroke sasaran berubah
10
Koordinasi
1
tinggi
10
2
rendah
10


Descriptive Statistics
Dependent Variable:Goundstroke



Metode_Latihan
Koordinasi
Mean
Std. Deviation
N
goundstroke sasaran tetap
tinggi
61.0000
1.41421
5
rendah
63.8000
1.30384
5
Total
62.4000
1.95505
10
goundstroke sasaran berubah
tinggi
67.6000
1.14018
5
rendah
60.4000
.54772
5
Total
64.0000
3.88730
10
Total
tinggi
64.3000
3.68330
10
rendah
62.1000
2.02485
10
Total
63.2000
3.10517
20


Levene's Test of Equality of Error Variancesa

Dependent Variable:Goundstroke

F
df1
df2
Sig.

2.141
3
16
.135

Tests the null hypothesis that the error variance of the dependent variable is equal across groups.

a. Design: Intercept + Metode_Latihan + Koordinasi + Metode_Latihan * Koordinasi

Tests of Between-Subjects Effects
Dependent Variable:Goundstroke




Source
Type III Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig.
Corrected Model
162.000a
3
54.000
40.755
.000
Intercept
79884.800
1
79884.800
6.029E4
.000
Metode_Latihan
12.800
1
12.800
9.660
.007
Koordinasi
24.200
1
24.200
18.264
.001
Metode_Latihan * Koordinasi
125.000
1
125.000
94.340
.000
Error
21.200
16
1.325


Total
80068.000
20



Corrected Total
183.200
19



a. R Squared = ,884 (Adjusted R Squared = ,863)








Multiple Comparisons
Goundstroke
Tukey HSD





(I) Metode_Latihan
(J) Metode_Latihan
Mean Difference (I-J)
Std. Error
Sig.
95% Confidence Interval
Lower Bound
Upper Bound
A1B1
A2B1
-6.6000*
.72801
.000
-8.6829
-4.5171
A1B2
-2.8000*
.72801
.007
-4.8829
-.7171
A2B2
.6000
.72801
.842
-1.4829
2.6829
A2B1
A1B1
6.6000*
.72801
.000
4.5171
8.6829
A1B2
3.8000*
.72801
.000
1.7171
5.8829
A2B2
7.2000*
.72801
.000
5.1171
9.2829
A1B2
A1B1
2.8000*
.72801
.007
.7171
4.8829
A2B1
-3.8000*
.72801
.000
-5.8829
-1.7171
A2B2
3.4000*
.72801
.001
1.3171
5.4829
A2B2
A1B1
-.6000
.72801
.842
-2.6829
1.4829
A2B1
-7.2000*
.72801
.000
-9.2829
-5.1171
A1B2
-3.4000*
.72801
.001
-5.4829
-1.3171
Based on observed means.
 The error term is Mean Square(Error) = 1,325.


*. The mean difference is significant at the ,05 level.




Goundstroke
Tukey HSD



Metode_Latihan
N
Subset
1
2
3
A2B2
5
60.4000


A1B1
5
61.0000


A1B2
5

63.8000

A2B1
5


67.6000
Sig.

.842
1.000
1.000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
 Based on observed means.
 The error term is Mean Square(Error) = 1,325.





Share this

0 Comment to "Analisis Anava 2 x 2 dengan Spss "

Posting Komentar