HIPOTESIS:
1.
Ada perbedaan pengaruh yang signifikan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetap dan sasaran berubah terhadap
ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan. Metode latihan pukulan
groundstrokesasaran berubah lebih baik daripada metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetap terhadap ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan.
2.
Ada perbedaan pengaruh yang
signifikankemampuankoordinasi
mata tangan tinggi dan koordinasi mata tangan rendah terhadap ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan. Atlet yang mempunyai koordinasi mata tangan tinggi lebih baik
daripada koordinasi mata tangan rendah terhadap ketepatan pukulan
groundstrokeatlet Tenis lapangan.
3.
Ada interaksi yang signifikanantara metode latihan pukulan groundstrokedan koordinasi mata tangan terhadap ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan.
Data pretest dan posttestketepatan pukulan
groundstrokeatlet Tenis lapangan
disajikan pada Tabel 4 sebagai berikut.
Tabel.Data Pretest dan Posttest Hasil Tes Ketepatan Goundstroke
|
No
|
Kelompok Koordinasi
Tinggi
|
|||||
|
Groundstroke
Sasaran Tetap (A1B1)
|
Groundstroke
Sasaran Berubah (A2B1)
|
|||||
|
Pretest
|
Posttest
|
Selisih
|
Pretest
|
Posttest
|
Selisih
|
|
|
1
|
49
|
59
|
10
|
48
|
67
|
19
|
|
2
|
48
|
60
|
12
|
48
|
69
|
21
|
|
3
|
51
|
62
|
11
|
50
|
66
|
16
|
|
4
|
48
|
62
|
14
|
49
|
68
|
19
|
|
5
|
49
|
62
|
13
|
49
|
68
|
19
|
|
No
|
Kelompok Koordinasi
Rendah
|
|||||
|
Groundstroke
Sasaran Tetap (A1B2)
|
Groundstroke
Sasaran Berubah (A2B2)
|
|||||
|
Pretest
|
Posttest
|
Selisih
|
Pretest
|
Posttest
|
Selisih
|
|
|
1
|
45
|
63
|
18
|
49
|
61
|
12
|
|
2
|
46
|
64
|
18
|
49
|
60
|
11
|
|
3
|
46
|
65
|
19
|
48
|
60
|
12
|
|
4
|
48
|
62
|
14
|
49
|
61
|
12
|
|
5
|
47
|
65
|
18
|
50
|
60
|
10
|
Tabel.Deskriptif StatistikPretest dan Posttest Ketepatan Goundstroke
|
Metode
|
Koordinasi
|
Statistik
|
Pretest
|
Posttest
|
|
Groundstroke
Sasaran Tetap
|
Tinggi
(A1B1)
|
Jumlah
|
245,00
|
305,00
|
|
Rerata
|
49,0000
|
61,0000
|
||
|
SD
|
1,22474
|
1,41421
|
||
|
Rendah
(A1B2)
|
Jumlah
|
232,00
|
319,00
|
|
|
Rerata
|
46,4000
|
63,8000
|
||
|
SD
|
1,14018
|
1,30384
|
||
|
Groundstroke
Sasaran Berubah
|
Tinggi
(A2B1)
|
Jumlah
|
244,00
|
338,00
|
|
Rerata
|
48,8000
|
67,6000
|
||
|
SD
|
,83666
|
1,14018
|
||
|
Rendah
(A2B2)
|
Jumlah
|
245,00
|
302,00
|
|
|
Rerata
|
49,0000
|
60,4000
|
||
|
SD
|
,70711
|
,54772
|
1.
Uji
Normalitas
Uji normalitas menggunakan metode Kolmogorov Smirnov.Hasil uji normalitas data yang dilakukan pada tiap kelompok
analisis dilakukan dengan program software
SPSS version 20.0 for windows dengan
taraf signifikansi 5% atau 0,05.
Tabel.Uji Normalitas
|
Data
|
p
|
Signifikansi
|
Keterangan
|
|
Pretest A1B1
|
0,759
|
0,05
|
Normal
|
|
Posttest A1B1
|
0,535
|
Normal
|
|
|
Pretest A2B1
|
0,953
|
Normal
|
|
|
Posttest A2B1
|
0,941
|
Normal
|
|
|
Pretest A1B2
|
0,941
|
Normal
|
|
|
Posttest A1B2
|
0,967
|
Normal
|
|
|
Pretest A2B2
|
0,759
|
Normal
|
|
|
Posttest A2B2
|
0,510
|
Normal
|
Berdasarkan analisis
statistik uji normalitas yang telah dilakukan dengan menggunakan uji Z Kolmogorov Smirnov, pada semua data pretest dan posttestdidapat dari hasil uji normalitas data nilai signifikansi p> 0,05, yang berarti data berdistribusi normal.
2.
Uji
Homogenitas
Uji homogenitas
dilakukan untuk menguji persamaan beberapa sampel yaitu homogen atau tidak.Uji
homogenitas dimaksudkan menguji kesamaan varian antara pretest dan posttest.
Tabel.Uji Homogenitas
|
Kelompok
|
Levene Statistic
|
df1
|
df2
|
Sig,
|
Keterangan
|
|
Pretest
|
3,955
|
1
|
18
|
0,362
|
Homogen
|
|
Posttest
|
10,951
|
1
|
18
|
0,504
|
Homogen
|
Berdasarkan analisis statistik uji homogenitas
yang telah dilakukan dengan menggunakan uji Levene
Test.Pada pretestdiperoleh nilai
signifikansi sebesar 0,362 ≥ 0,05. Hal ini berarti dalam kelompok data memiliki
varian yang homogen. Demikian juga dengan hasil perhitungan pada posttest didapat nilai signifikansi
sebesar 0,504 ≥ 0,05.
3.
Uji Hipotesis
Hipotesis yang pertama
berbunyi “Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetap dan sasaran berubah terhadap
ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan”.
Tabel. Hasil ANAVA Kelompok Eksperimen yang Menggunakan Metode Latihan
Pukulan Groundstroke Sasaran Tetap
dan Sasaran Berubah
|
Source
|
Type III Sum of Squares
|
df
|
Mean Square
|
F
|
Sig
|
|
Metode Latihan
|
12,800
|
1
|
12,800
|
9,660
|
0,007
|
Dari hasil uji ANAVA
Tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai signifikansi p sebesar 0,007. Karena nilai signifikansi p sebesar 0,007 < 0,05, dan
F hitung sebesar 9,660 berarti Ho ditolak. Dengan demikian terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetap dan sasaran berubah terhadap
ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis
lapangan.Berdasarkan hasil analisisternyata metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah lebih tinggi (baik) dengan nilai rata-rata posttestsebesar 64,0 dibandingkan dengan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetap dengan nilai rata-rata posttestsebesar 62,4. Hal ini berarti hipotesis penelitian
yang menyatakan bahwa “ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetap dan sasaran berubah terhadap
ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan”, telah terbukti.
Hipotesis kedua yang
berbunyi “Ada perbedaan pengaruh yang signifikanantara kemampuankoordinasi
mata tangan tinggi dan koordinasi mata tangan rendah terhadap ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan”.
Tabel.Hasil ANAVA Perbedaan Koordinasi Tinggi dan Koordinasi Rendah terhadap Ketepatan Goundstroke
|
Source
|
Type III Sum of Squares
|
df
|
Mean Square
|
F
|
Sig
|
|
Koordinasi
|
24,200
|
1
|
24,200
|
18,264
|
0,001
|
Dari hasil uji ANAVA pada Tabel di atas, dapat dilihat bahwa nilai signifikansi p sebesar 0,001. Karena nilai signifikansi p sebesar 0,001 < 0,05, dan
F hitung sebesar 18,264 berarti Ho ditolak. Berdasarkan hal ini
berarti terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kemampuankoordinasi mata tangan tinggi dan koordinasi mata tangan
rendah terhadap ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan.Berdasarkan hasil
analisis ternyata atlet dengan kemampuan koordinasi mata tangan tinggi lebih tinggi
(baik) dengan nilai rata-rata posttest sebesar 64,3dibandingkan dengan atlet dengan koordinasi mata tangan rendah dengan nilai rata-rata posttest
sebesar 62,1.Hal ini berarti hipotesis penelitian
yang menyatakan bahwa ada perbedaan pengaruh yang
signifikan antara kemampuankoordinasi
mata tangan tinggi dan koordinasi mata tangan rendah terhadap ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan, telah terbukti.
Hipotesis ketiga yang
berbunyi “Ada interaksi yang
signifikan antara metode latihan pukulan groundstroke(sasaran tetap dan sasaran
berubah) dan koordinasi
mata tangan (tinggi dan rendah) terhadap ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan”.Hasil penghitungan disajikan pada Tabel 10 sebagai berikut.
Tabel.Hasil ANAVA Interaksi antara Metode Latihan Pukulan Groundstroke
(Sasaran Tetap dan Sasaran Berubah) dan Koordinasi
Mata
Tangan
(Tinggi dan Rendah)
|
Source
|
Type III Sum of Squares
|
df
|
Mean Square
|
F
|
Sig
|
|
Metode_Latihan * Koordinasi
|
125,000
|
1
|
125,000
|
94,340
|
0,000
|
Dari hasil uji ANAVA pada Tabel 10 di atas dapat dilihat bahwa nilai signifikansi p sebesar 0,000. Karena nilai signifikansi p sebesar 0,000 < 0,05, dan
F hitung sebesar 94,340 berarti Ho ditolak. Berdasarkan hal ini
berarti hipotesis yang menyatakan ada interaksi yang
signifikan antara metode latihan pukulan groundstroke(sasaran tetap dan sasaran
berubah) dan koordinasi
mata tangan (tinggi dan rendah) terhadap ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan, telah terbukti.
Diagram hasil interaksi antara metode latihan pukulan groundstroke(sasaran tetap dan sasaran berubah) dan koordinasi mata tangan (tinggi dan rendah)
terhadap ketepatan pukulan
groundstrokeatlet Tenis lapangan dapat dilihat pada Gambar 8sebagai berikut.

Gambar.Hasil
Interaksi antara Metode Latihan Pukulan Groundstroke (Sasaran Tetap dan Sasaran
Berubah) dan Koordinasi
Mata
Tangan
(Tinggi dan Rendah)
Setelah teruji terdapat interaksi antara metode latihan pukulan groundstroke(sasaran tetap dan sasaran berubah) dan koordinasi mata tangan (tinggi dan rendah)
terhadap ketepatan pukulan
groundstrokeatlet Tenis lapangan, maka perlu dilakukan uji lanjut dengan
menggunakan uji Tukey. Hasil uji lanjut dapat dilihat pada
Tabel di bawah ini:
Tabel. Ringkasan Hasil Uji Post Hoc(Tukey)
|
Kelompok
|
Interaksi
|
Mean Difference
|
Std, Error
|
Sig,
|
|
A1B1
|
A2B1
|
-6.6000*
|
.72801
|
.000
|
|
A1B2
|
-2.8000*
|
.72801
|
.007
|
|
|
A2B2
|
.6000
|
.72801
|
.842
|
|
|
A2B1
|
A1B1
|
6.6000*
|
.72801
|
.000
|
|
A1B2
|
3.8000*
|
.72801
|
.000
|
|
|
A2B2
|
7.2000*
|
.72801
|
.000
|
|
|
A1B2
|
A1B1
|
2.8000*
|
.72801
|
.007
|
|
A2B1
|
-3.8000*
|
.72801
|
.000
|
|
|
A2B2
|
3.4000*
|
.72801
|
.001
|
|
|
A2B2
|
A1B1
|
-.6000
|
.72801
|
.842
|
|
A2B1
|
-7.2000*
|
.72801
|
.000
|
|
|
A1B2
|
-3.4000*
|
.72801
|
.001
|
Berdasarkan Tabelhasil perhitungan uji Tukeypada tanda asterisk (*) menunjukkan
bahwa pasangan-pasangan yang memiliki interaksi atau pasangan yang berbeda
secara nyata (signifikan) adalah: (1) A1B1-A2B1, (2) A1B1-A1B2, (3) A2B1-A1B2, (4)
A2B1-A2B2, (5) A1B2-A2B2,. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa:
1)
Jika kelompok kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan tinggi dipasangkan dengan kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan tinggi terdapat perbedaan
pengaruh yang signifikan.Kelompok atlet
yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan tinggi lebih
baik daripada kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan tinggi, dengan
nilai signifikansi 0,000 < 0,05.
2)
Jika kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan tinggi dipasangkan dengan kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan rendah terdapat perbedaan
pengaruh yang signifikan.Kelompok atlet
yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan rendah lebih
baik daripada kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan tinggi, dengan
nilai signifikansi 0,007 < 0,05.
3)
Jika kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan tinggi dipasangkan dengan kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan rendah terdapat perbedaan
pengaruh yang signifikan.Kelompokatlet
yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan tinggi lebih
baik daripada kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan rendah, dengan
nilai signifikansi 0,000 < 0,05.
4)
Jika kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan tinggi dipasangkan dengan kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan rendah terdapat perbedaan
pengaruh yang signifikan.Kelompok atlet
yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan tinggi lebih
baik daripada kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan rendah, dengan
nilai signifikansi 0,000< 0,05.
5)
Jika kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan rendah dipasangkan dengan kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan rendah terdapat perbedaan
pengaruh yang signifikan.Kelompok atlet
yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan rendah lebih
baik daripada kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan rendah, dengan
nilai signifikansi 0,001 < 0,05.
Sedangkan pasangan-pasangan lainnya dinyatakan
tidak memiliki perbedaan pengaruh adalah: A1B1-A2B2. Dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa:Jika kelompok atlet
yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan tinggi
dipasangkan dengan kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan rendah tidak terdapat
perbedaan pengaruh yang signifikan, dengan nilai
signifikansi 0,842 > 0,05
Hasil analisis varian berpasangan dengan uji
lanjut Tukey menunjukkan bahwa terdapat 5 pasangan yang berbeda
secara signifikan, yaitu: pasangan (1) A1B1-A2B1, (2) A1B1-A1B2, (3) A2B1-A1B2,
(4) A2B1-A2B2, (5) A1B2-A2B2, sedangkan pasangan lainnya
dinyatakan tidak ada perbedaan yaitu:A1B1-A2B2.
Kesimpulan
1.
Ada perbedaan pengaruh yang
signifikan antara metode latihan pukulan
groundstrokesasaran tetap dan sasaran berubah terhadap ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan. Metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah lebih baik daripada metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetap terhadap ketepatan pukulan
groundstrokeatlet Tenis lapangan.
2.
Ada perbedaan pengaruh yang
signifikan antara kemampuankoordinasi mata tangan tinggi dan
koordinasi mata tangan rendah terhadap ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan.Atlet yang mempunyai koordinasi mata
tangan tinggi lebih baik daripada koordinasi mata tangan rendah terhadap ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan.
3.
Ada interaksi
yang signifikan antara metode latihan pukulan
groundstroke(sasaran tetap dan sasaran berubah) dan koordinasi mata tangan (tinggi dan rendah) terhadap ketepatan pukulan groundstrokeatlet Tenis lapangan. Pasangan-pasangan yang memiliki interaksi atau pasangan yang berbeda secara nyata
(signifikan) adalah sebagai berikut.
a.
Jika kelompok kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan tinggi dipasangkan dengan kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan tinggi terdapat perbedaan
pengaruh yang signifikan.Kelompok atlet
yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan tinggi lebih
baik daripada kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan tinggi, dengan
nilai signifikansi 0,000 < 0,05.
b.
Jika kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan tinggi dipasangkan dengan kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan rendah terdapat perbedaan
pengaruh yang signifikan.Kelompok atlet
yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan rendah lebih
baik daripada kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan tinggi, dengan
nilai signifikansi 0,007 < 0,05.
c.
Jika kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan tinggi dipasangkan dengan kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan rendah terdapat perbedaan
pengaruh yang signifikan.Kelompokatlet
yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan tinggi lebih
baik daripada kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan rendah, dengan
nilai signifikansi 0,000 < 0,05.
d.
Jika kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan tinggi dipasangkan dengan kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan rendah terdapat perbedaan
pengaruh yang signifikan.Kelompok atlet
yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan tinggi lebih
baik daripada kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan rendah, dengan
nilai signifikansi 0,000< 0,05.
e.
Jika kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan rendah dipasangkan dengan kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan rendah terdapat perbedaan
pengaruh yang signifikan.Kelompok atlet
yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran tetapdengan koordinasi mata tangan rendah lebih
baik daripada kelompok atlet yang dilatih menggunakan metode latihan pukulan groundstrokesasaran berubah dengan koordinasi mata tangan rendah, dengan
nilai signifikansi 0,001 < 0,05.
LAMPIRAN
HASIL ANALISIS
DESKRIPTIF
STATISTIK
|
Statistics
|
|||||||||
|
|
|
Pretest A1B1
|
Posttest A1B1
|
Pretest A2B1
|
Posttest A2B1
|
Pretest A1B2
|
Posttest A1B2
|
Pretest A2B2
|
Posttest A2B2
|
|
N
|
Valid
|
5
|
5
|
5
|
5
|
5
|
5
|
5
|
5
|
|
Missing
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
|
|
Mean
|
49.0000
|
61.0000
|
48.8000
|
67.6000
|
46.4000
|
63.8000
|
49.0000
|
60.4000
|
|
|
Median
|
49.0000
|
62.0000
|
49.0000
|
68.0000
|
46.0000
|
64.0000
|
49.0000
|
60.0000
|
|
|
Mode
|
48.00a
|
62.00
|
48.00a
|
68.00
|
46.00
|
65.00
|
49.00
|
60.00
|
|
|
Std.
Deviation
|
1.22474
|
1.41421
|
.83666
|
1.14018
|
1.14018
|
1.30384
|
.70711
|
.54772
|
|
|
Minimum
|
48.00
|
59.00
|
48.00
|
66.00
|
45.00
|
62.00
|
48.00
|
60.00
|
|
|
Maximum
|
51.00
|
62.00
|
50.00
|
69.00
|
48.00
|
65.00
|
50.00
|
61.00
|
|
|
Sum
|
245.00
|
305.00
|
244.00
|
338.00
|
232.00
|
319.00
|
245.00
|
302.00
|
|
|
a.
Multiple modes exist. The smallest value is shown
|
|
|
|
|
|
||||
UJI NORMALITAS
|
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
|
|||||||||
|
|
|
Pretest A1B1
|
Posttest A1B1
|
Pretest A2B1
|
Posttest A2B1
|
Pretest A1B2
|
Posttest A1B2
|
Pretest A2B2
|
Posttest A2B2
|
|
N
|
5
|
5
|
5
|
5
|
5
|
5
|
5
|
5
|
|
|
Normal
Parametersa
|
Mean
|
49.0000
|
61.0000
|
48.8000
|
67.6000
|
46.4000
|
63.8000
|
49.0000
|
60.4000
|
|
Std.
Deviation
|
1.22474
|
1.41421
|
.83666
|
1.14018
|
1.14018
|
1.30384
|
.70711
|
.54772
|
|
|
Most
Extreme Differences
|
Absolute
|
.300
|
.360
|
.231
|
.237
|
.237
|
.221
|
.300
|
.367
|
|
Positive
|
.300
|
.240
|
.231
|
.163
|
.237
|
.179
|
.300
|
.367
|
|
|
Negative
|
-.207
|
-.360
|
-.194
|
-.237
|
-.163
|
-.221
|
-.300
|
-.263
|
|
|
Kolmogorov-Smirnov
Z
|
.671
|
.806
|
.515
|
.530
|
.530
|
.495
|
.671
|
.822
|
|
|
Asymp.
Sig. (2-tailed)
|
.759
|
.535
|
.953
|
.941
|
.941
|
.967
|
.759
|
.510
|
|
|
a. Test
distribution is Normal.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
UJI
HOMOGENITAS
|
Test of Homogeneity of Variances
|
||||
|
|
Levene Statistic
|
df1
|
df2
|
Sig.
|
|
Pretest
|
3.955
|
1
|
18
|
.362
|
|
Posttest
|
10.951
|
1
|
18
|
.504
|
Uji ANAVA
|
Between-Subjects Factors
|
|||
|
|
|
Value Label
|
N
|
|
Metode_Latihan
|
1
|
goundstroke
sasaran tetap
|
10
|
|
2
|
goundstroke
sasaran berubah
|
10
|
|
|
Koordinasi
|
1
|
tinggi
|
10
|
|
2
|
rendah
|
10
|
|
|
Descriptive Statistics
|
||||
|
Dependent
Variable:Goundstroke
|
|
|
|
|
|
Metode_Latihan
|
Koordinasi
|
Mean
|
Std. Deviation
|
N
|
|
goundstroke
sasaran tetap
|
tinggi
|
61.0000
|
1.41421
|
5
|
|
rendah
|
63.8000
|
1.30384
|
5
|
|
|
Total
|
62.4000
|
1.95505
|
10
|
|
|
goundstroke
sasaran berubah
|
tinggi
|
67.6000
|
1.14018
|
5
|
|
rendah
|
60.4000
|
.54772
|
5
|
|
|
Total
|
64.0000
|
3.88730
|
10
|
|
|
Total
|
tinggi
|
64.3000
|
3.68330
|
10
|
|
rendah
|
62.1000
|
2.02485
|
10
|
|
|
Total
|
63.2000
|
3.10517
|
20
|
|
|
Levene's Test of Equality of Error Variancesa
|
|||||||||
|
Dependent
Variable:Goundstroke
|
|||||||||
|
F
|
df1
|
df2
|
Sig.
|
||||||
|
2.141
|
3
|
16
|
.135
|
||||||
|
Tests
the null hypothesis that the error variance of the dependent variable is
equal across groups.
|
|||||||||
|
a.
Design: Intercept + Metode_Latihan + Koordinasi + Metode_Latihan * Koordinasi
|
|||||||||
|
Tests of Between-Subjects Effects
|
|||||||||
|
Dependent
Variable:Goundstroke
|
|
|
|
|
|||||
|
Source
|
Type III Sum of Squares
|
df
|
Mean Square
|
F
|
Sig.
|
||||
|
Corrected
Model
|
162.000a
|
3
|
54.000
|
40.755
|
.000
|
||||
|
Intercept
|
79884.800
|
1
|
79884.800
|
6.029E4
|
.000
|
||||
|
Metode_Latihan
|
12.800
|
1
|
12.800
|
9.660
|
.007
|
||||
|
Koordinasi
|
24.200
|
1
|
24.200
|
18.264
|
.001
|
||||
|
Metode_Latihan
* Koordinasi
|
125.000
|
1
|
125.000
|
94.340
|
.000
|
||||
|
Error
|
21.200
|
16
|
1.325
|
|
|
||||
|
Total
|
80068.000
|
20
|
|
|
|
||||
|
Corrected
Total
|
183.200
|
19
|
|
|
|
||||
|
a. R
Squared = ,884 (Adjusted R Squared = ,863)
|
|
|
|
||||||

|
Multiple Comparisons
|
||||||
|
Goundstroke
Tukey
HSD
|
|
|
|
|
|
|
|
(I)
Metode_Latihan
|
(J)
Metode_Latihan
|
Mean Difference (I-J)
|
Std. Error
|
Sig.
|
95% Confidence Interval
|
|
|
Lower Bound
|
Upper Bound
|
|||||
|
A1B1
|
A2B1
|
-6.6000*
|
.72801
|
.000
|
-8.6829
|
-4.5171
|
|
A1B2
|
-2.8000*
|
.72801
|
.007
|
-4.8829
|
-.7171
|
|
|
A2B2
|
.6000
|
.72801
|
.842
|
-1.4829
|
2.6829
|
|
|
A2B1
|
A1B1
|
6.6000*
|
.72801
|
.000
|
4.5171
|
8.6829
|
|
A1B2
|
3.8000*
|
.72801
|
.000
|
1.7171
|
5.8829
|
|
|
A2B2
|
7.2000*
|
.72801
|
.000
|
5.1171
|
9.2829
|
|
|
A1B2
|
A1B1
|
2.8000*
|
.72801
|
.007
|
.7171
|
4.8829
|
|
A2B1
|
-3.8000*
|
.72801
|
.000
|
-5.8829
|
-1.7171
|
|
|
A2B2
|
3.4000*
|
.72801
|
.001
|
1.3171
|
5.4829
|
|
|
A2B2
|
A1B1
|
-.6000
|
.72801
|
.842
|
-2.6829
|
1.4829
|
|
A2B1
|
-7.2000*
|
.72801
|
.000
|
-9.2829
|
-5.1171
|
|
|
A1B2
|
-3.4000*
|
.72801
|
.001
|
-5.4829
|
-1.3171
|
|
|
Based on
observed means.
The error term is Mean Square(Error) =
1,325.
|
|
|
||||
|
*. The
mean difference is significant at the ,05 level.
|
|
|
||||
|
Goundstroke
|
||||
|
Tukey
HSD
|
|
|
|
|
|
Metode_Latihan
|
N
|
Subset
|
||
|
1
|
2
|
3
|
||
|
A2B2
|
5
|
60.4000
|
|
|
|
A1B1
|
5
|
61.0000
|
|
|
|
A1B2
|
5
|
|
63.8000
|
|
|
A2B1
|
5
|
|
|
67.6000
|
|
Sig.
|
|
.842
|
1.000
|
1.000
|
|
Means
for groups in homogeneous subsets are displayed.
Based on observed means.
The error term is Mean Square(Error) =
1,325.
|
||||

0 Comment to "Analisis Anava 2 x 2 dengan Spss "
Posting Komentar